Hidronefrosis Adalah Pintu Awal Kerusakan Ginjal Anda

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa di dalam tubuh manusia terdapat banyak organ vital yang memiliki fungsi masing-masing. Semuanya bekerja sesuai tugasnya dan diatur oleh sinyal dari otak. Ada organ tubuh yang memang hanya ada satu, dan ada yang memiliki kembaran alias sepasang seperti ginjal.

Ginjal terletak di dalam tubuh manusia, tepatnya di bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang. Ginjal memiliki banyak fungsi seperti menyaring darah, mengendalikan keseimbangan air di dalam tubuh, membuang sisa metabolisme, mengatur keseimbangan pH dan sel darah merah, mengatur tekanan darah, dan kadar garam di dalam darah. Selain itu, ginjal juga berperan dalam menghasilkan bentuk aktif dari vitamin D dan menjaga konsentrasi elektrolit serta mineral.

Karena tugasnya yang begitu penting, maka kita perlu menjaga kesehatan ginjal kita. Banyak sekali kasus yang ditemukan terkait gangguan pada ginjal, seperti hidronefrosis. Mungkin sebagian dari kita masih asing mendengarnya, berikut ulasannya.

READ  Mengenal Penyebab Hiponatremia Yang Perlu Anda Ketahui

DEFINISI HIDRONEFROSIS

Hidronefrosis adalah suatu keadaan di mana ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan urine di dalam sel maupun di dalam ginjal. Selain pembengkakan, gangguan ini juga biasanya disertai dengan hidroureter, di mana ureter mengalami pelebaran. Penumpukan cairan terjadi bukan karena urine yang terlalu banyak, melainkan dikarenakan cairan urine yang tidak dapat mengalir dari ginjal ke kandung kemih.

Hidronefrosis umumnya terjadi pada salah satu ginjal, namun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada kedua ginjal. Menurut Alodokter, hidronefrosis adalah penyakit sekunder yang disebabkan oleh adanya penyakit lain di dalam tubuh dan bukan merupakan penyakit utama.

PENYEBAB HIDRONEFROSIS

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hidronefrosis merupakan gangguan akibat adanya penyakit lain yang ada di dalam tubuh. Terjadinya hidronefrosis juga dapat diakibatkan oleh adanya sumbatan pada saluran kemih, sehingga cairan urine terperangkap di dalam ginjal.

READ  Waspada Dengan Gejala Hiperhidrosis Yang Sering Disepelekan!

Untuk penyumbatan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti yang dilansir dari Halodoc. Terdapat beberapa penyebab yang menyebabkan penyumbatan sehingga terjadilah pembengkakan ginjal, seperti adanya batu ginjal yang dapat menyumbat ureter, kehamilan di mana dapat membuat rahim menekan ureter, penyempitan ureter, adanya kanker atau tumor pada bagian kemih dan perut, kerusakan sistem saraf, organ panggul yang menonjol ke luar, dan aliran urine yang mengalir kembali dari kandung kemih ke ginjal.

DIAGNOSIS HIDRONEFROSIS

Seperti penanganan pada umumnya, ketika kita berkonsultasi ke dokter maka dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan, kemudian melakukan pemeriksaan fisik, dan jika dibutuhkan akan dilakukan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang untuk memeriksa hidronefrosis adalah tes darah, tes urine, urografi intravena, dan pemindaian ginjal dengan CT Scan atau USG. Tes darah dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat infeksi yang terjadi, begitu pula dengan tes urine yang dapat mendeteksi adanya infeksi atau darah dalam urine. Urografi intravena dilakukan dengan menyuntikkan pewarna khusus ke dlaam tubuh pasien, yang kemudian diamati dengan foto rontgen.

READ  Kamu Harus Terapkan Kebiasaan Ini Untuk Menjaga Kebersihan Rumah

PENGOBATAN HIDRONEFROSIS

Dikarenakan penyebab utamanya adalah adanya penyumbatan, maka yang ditangani adalah sumber yang menjadi penghambatnya tersebut. Jika penyumbatan yang terjadi dikarenakan adanya batu, maka batu tersebut harus diambil. Jika hidronefrosis terjadi akibat adanya infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik. Jika ditemukan penyebabnya adalah tumor, maka akan dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tersebut. Jika diketahui bahwa salah satu ginjal mengalami kerusakan yang parah, maka kemungkinan besar nefrektomi akan dilakukan.

 

Sumber gambar: pinterest.com