Berikut Gejala Hidronefrosis yang Paling Umum

Kesehatan tubuh memang terkadang masih disepelekan oleh sebagian orang, nemun tidak sedikit juga mereka yang memang concern dengan kesehatannya. Asupan yang dibutuhkan tubuh harus selalu terpenuhi dan cukup, tidak kurang dan tidak berlebih. Tidak hanya kendaraan Anda saja yang butuh dirawat, namun juga organ-organ tubuh juga memiliki hak untuk mendapatkan perawatan. Karena di dalam tubuh kita ini terdapat organ-organ vital yang sedang menjalankan fungsinya masing-masing setiap saat. Jika tidak dirawat, kemungkinan akan mengalami kerusakan.

Mesin kendaraan yang rusak, bisa diganti dengan yang baru. Lah bagaimana dnegan nasib organ tubuh yang rusak? Oh sekarang ada ko’ operasi pencangkokan organ dan semacamnya. Eits, tapi tunggu dulu, apakah kamu tidak memerlukan biaya yang mahal? Maka dari itu, kita perlu memperhatikan kondisi tubuh kita sendiri. Salah satunya dengan memastikan kesehatan ginjal kita, jangan sampai mengalami aus dan hidronefrosis. Jangan menunggu gejala hidronefrosis muncul, baru kalian ke dokter. Karena ginjal berperan penting dalam proses pembuangan limbah dari dalam tubuh dan masih banyak tugas penting lainnya, maka tidak ada salahnya untuk melakukan periksaan rutin pada organ satu ini, terutama jika kalian memiliki keluhan pada ginjal.

READ  Mengenal Penyebab Hiponatremia Yang Perlu Anda Ketahui

Hidronefrosis merupakan suatu gangguan yang menyebabkan ginjal mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada saluran kemih dan membuat urine tidak dapat mengalir ke kandung kemih, sehingga urine terperangkap di dalam ginjal. Pembengkakan ini dapat terjadi akibat adanya tumor atau infeksi. Di dalam buku Panduan Pelayanan Medik Model Interdisiplin Penatalaksanaan, dijelaskan bahwa hidronefrosis adalah dilatasi piala dan kaliks ginjal akibat obstruksi pada salah satu atau kedua ginjal. Obstruksi biasa terjadi pada saluran kemih dan dapat menimbulkan tekanan pada ginjal.

Gejala hidronefrosis pada sebagian orang dapat berbeda, tergantung di mana letak penyumbatannya, penyebab, serta lama penyumbatan terjadi. Gejala-gejala yang paling umum terjadi adalah adanya rasa nyeri tumpul di sekitar tulang rusuk dan tulang pinggul.

READ  Hidronefrosis Adalah Pintu Awal Kerusakan Ginjal Anda

Selain rasa nyeri tersebut, penderita juga biasanya mengalami gejala yang menyertai hidronefrosis tersebut seperti mual dan mintah, rasa ingin buang air kecil terus menerus, rasa nyeri dirasakan terutama saat membuang air kecil, jarang mengeluarkan urin, dan penderita tidak dapat mengosongkan kandung kemih secara total. Apabila diketahui gejala hidronefrosis dengan warna urine menjadi lebih gelap, muncul rasa nyeri atau sensasi terbakar ketika mengeluarkan urine, alirannya melemah, atau muncul demam, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa ada infeksi di saluran kemih.

Apakah ada gejala-gejala di atas yang kamu rasakan saat ini? Atau hanya ada beberapa yang kamu rasakan? Segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui diagnosa dini. Kamu perlu menyampaikan keluhan secara detail ke dokter, dan nantinya akan dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang jika ditemukan tanda-tanda fisik hidronefrosis pada diri kamu.

READ  Mengenal Lebih Mendalam Mengenai Gangguan Hipoksia

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa siapapun bisa mengalami hidronefrosis, baik laki-laki maupun perempuan. Untuk mendiagnosanya, diperlukan pemeriksaan fisik dan caranya pun berbeda antara pria dengan wanita. Pada wanita, biasany pemeriksaan fisik akan dilakukan evaluasi pada rahim dan indung telur. Sedangkan pada pria, biasanya akan dilakukan colok dubur untuk menilai ukuran prostat.

Setelah itu, jika pemeriksaan penunjang memang dibutuhkan, maka dokter akan melakukan beberapa rangkaian tes seperti tes darah, tes urine, urografi intravena, dan USG atau CT Scan.

 

Sumber gambar: medicalnewstoday.com