Begini Cara Mengobati Hidronefrosis yang Tepat

 

Kesehatan merupakan hal utama yang perlu diperhatikan, untuk apa kita beraktivitas terus menerus atau bekerja untuk memperkaya diri namun kondisi tubuh kita tidak sehat? Kesehatan itu mahal, kata siapa? Padahal pengobatannya yang mahal, namun untuk menerapkan pola hidup sehat itu sangatlah murah.

Di dalam tubuh kita terdapat organ vital yang memiliki fungsinya masing-masing dan bekerja sama dengan organ lainnya. Sda yang bertugas mencerna makanan, mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh melalui darah, ada juga yang bertugas membuang sisa metabolisme dari dalam tubuh. Organ penting yang bertugas membuang limbah dari dalam tubuh adalah ginjal.

Tidak hanya membuang limbah, ginjal juga berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah, kadar garam dalam darah, menjaga keseimbangan air di dalam tubuh, dan masih banyak lagi. Karena sebegitu pentingnya ginjal ini, maka kita perlu memastikan keadaan ginjal kita selalu sehat dan terhindar dari hidronefrosis.

Apa itu hidronefrosis? Selanjutnya akan dibahas mengenai hidronefrosis beserta gejala, penyebab, dan cara mengobati hidronefrosis.

DEFINISI HIDRONEFROSIS

Dilansir dari Halodoc, hidronefrosis merupakan suati keadaan di mana terjadi penumpukan urine yang membuat ginjal mengalami pembengkakan. Pada kasus hidronefrosis ini, urine terperangkap di dalam ginjal. Bahkan pada beberapa kasus diketahui bahwa urine mengalir kembali ke ginjal dari kandung kemih.

Hidronefrosis dapat terjadi di salah satu atau kedua ginjal manusia. Namun, yang menjadi catatan adalah bahwa hidronefrosis ini bukan merupakan penyakit utama, melainkan penyakit sekunder akibat adanya penyakit lain di dalam tubuh.

Siapapun dapat mengalami hidronefrosis, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dan hidronefrosis juga tidak memandang usia, siapapun bisa mengalaminya, baik yang tua maupun yang muda. Bahkan, janin di dalam kandungan pun dapat mengalami penumpukan cairan ini.

Dilansir dari Hello Sehat, hidronefrosis dapat ditemukan pada kaum wanita saat usia 20 hingga 60 tahun karena dianggap beehubungan dengan kehamilan atau sistem reproduksi wanita yang bermasalah. Sedangkan, pada pria umumnya terjadi ketika mereka memasuki usia 60 tahun ke atas dan diduga berhubungan erat dengan kelenjar prostat.

GEJALA HIDRONEFROSIS

Gejala yang umum dirasakan pada orang dewasa adalah adanya rasa sakit di bagian belakang atau samping tubuh, demam, rasa nyeri terutama saat buang air kecil, ada darah dalam urine, dan mulai cepat lelah tidak berenergi.

Jika ditemukan beberapa gejala di atas, segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui diagnosa dini dan penyakit yang kamu derita juga mendapatkan treatment yang tepat. Hindari pengobatan alternatif sebagai pengobatan utama, karena cara mengobati hidronefrosis melalui medis lebih prioritas. Tidak mengapa jika ingin melakukan pengobatan alternatif, namun juga diiringi dengan pengobatan medis.

PENYEBAB HIDRONEFROSIS

Hidronefrosis terjadi akibat adanya penyumbatan di dalam saluran kemih. Penyumbatan ini bisa terjadi akibat beberapa hal seperti adanya batu, tumor, atau infeksi. Penyumbatan inilah yang menyebabkan urine terperangkap di dalam ginjal dan tidak dapat mengalir ke kandung kemih. Selain itu, penyebab lainnya adalah saluran ureter mengalami penyempitan, kelainan otot atau sistem saraf, kanker kandung kemih, kanker rahim, kanker prostat, pembesaran prostat, peradangan, dan infeksi saluran kemih.

Hidronefrosis juga ditemukan pada ibu hamil karena pembesaran rahim yang kemudian dapat menekan ureter. Biasanya hidronefrosis akan selesai ketika sudah melahirkan,  walaupun pelvis renalis dan ureter agak sedikit lebar.

PENGOBATAN HIDRONEFROSIS

Cara mengobati hidronefrosis adalah dengan melakukan pembedahan atau penyedotan cairan.

 

READ  Kenali Program Imunisasi untuk Anak Anda

Sumber gambar: medicalnewstoday.com